“Saya diancam akan dibunuh waktu menolak melayani tamu. Saya dipaksa melayani tamu selama seminggu dan mami mengambil uangnya.”
(Ketika Mereka Dijual,2006)
“...Saya membantu berjualan mie di jalan dan melakukan pekerjaan rumah. Saya mulai berjualan mie jam 5:30 pagi sampai jam 12:00 siang. Setelah itu saya harus berbelanja bahan makanan dan pulang ke rumah untuk menyiapkan mie yang akan dijual hari berikutnya. Saya memasak lebih dari lima kilo mie setiap harinya. Setelah itu saya harus mencuci pakaian. Saya dibayar Rp.200.000 per bulan. Saya sangat kelelahan dan tidak punya waktu untuk beristirahat. Saya pergi tidur jam 12:00 malam...”.
(Human Rights Watch Vol. 17, No. 7(C) )Semakin hari semakin banyak berita dan peristiwa yang terjadi di sekitar kita yang memuat tentang perdagangan manusia, perdagangan wanita, perdagangan organ tubuh manusia. Dan sejalan dengan itu semakin banyak pula korban korban berjatuhan, baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain.
Coba kita lihat berita di cina
